Berita Kegiatan

Tim PKMS Fakultas Teknik Unsika Berhasil Turunkan Kadar Air Terubuk

Tanaman Terubuk mempunyai kadar air yang tinggi dan menjadi permasalahan utama, karena menyebabkan sayuran Terubuk mudah rusak dan tidak segar. Selain itu hasil panen Terubuk yang relatif rendah di musim kemarau, sehingga pembuatan olahan Terubuk sangat terbatas.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) tahun 2020 dari Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang terdiri dari Ratna Dewi Anjani, Arnisa Stefanie, dan Farradina Choria Suci melaksanakan serangkaian pendampingan untuk menyelesaikan permasalahan utama mitra melalui inovasi pembuatan Tepung Terubuk.

Kegiatan PKMS ini dilaksanakan secara terjadwal selama bulan Juli hingga November yang dihadiri oleh 15 anggota KWT Mandiri. Ketua Tim PKMS, Ratna Dewi Anjani, mengatakan melalui program PKMS yang merupakan pendanaan dari Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (RISTEK / BRIN), diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan mitra, sehingga produk tepung terubuk serta olahannya dapat dikembangkan dan dikenal oleh kalangan luas serta menjadi komoditi Khas karawang.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Farradina, anggota tim PKMS,  menurutnys, proses pengeringan dengan suhu dan waktu yang sesuai, terbukti efektif untuk menurunkan kadar air pada terubuk.”Perlakuan dengan proses blanching mampu mengurangi browning pada tepung terubuk yang dihasilkan,” jelasnya.

Selain pendampingan dalam proses produksi tepung terubuk, dalam kegiatan ini KWT Mandiri juga dibekali materi perencanaan manajemen keuangan pada proses produksi berupa perhitungan Break Even Point (BEP) dan perhitungan profit usaha dengan Return on Investment (RoI), serta pemasaran produk berbasis smart marketing. Anggota tim PKMS, Arnisa Stefanie, menjelaskan dalam menjalankan usahanya KWT Mandiri tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi saja, melainkan manajemen keuangan dan pemasaran yang tepat juga menjadi hal penting agar usaha ini dapat berkembang dengan pesat.

Tim PKMS dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan secara teori namun juga disertai praktik pengolahan dari sayur terubuk hingga menjadi tepung, yang tercatat secara rinci dalam modul. Selain itu tim juga melakukan pendampingan untuk memberi solusi apabila ditemukan kendala pada mitra. Adapun dalam kesempatan ini juga dihibahkan alat-alat pengolahan berupa mesin pembuat tepung, oven, sealer, dan alat pendukung lainnya yang diterima langsung oleh Ketua dan Sekretaris KWT
Mandiri, Desa Cintawargi, Teti Nurhayati dan Susi Herawati.

Ketua KWT Mandiri, Teti, mengatakan kgiatan pendampingan ini berarti sekali untuk KWT Mandiri. “Selama ini kami sangat terkendala dengan produksi olahan terubuk dan pemasarannya, Alhamdulillah melalui program ini kami mendapatkan ilmu yang nanti dapat diterapkan,” kata Teti.

Sementara, Sekretaris KWT Mandiri mengungkapkan hal serupa, dia mengatakan sebelumnya pemasaran sangat terbatas. “Semoga setelah mendapatkan pembekalan pemasaran produk berbasis smart marketing ini perlahan dapat kami terapkan,” kata Susi. Sejalan dengan hal tersebut, dalam sambutan saat pendampingan perdana, Kepala Desa Cintawargi, Agus menyambut baik program ini “Harapan kami semoga KWT Mandiri dapat mengaplikasikan materi yang disampaikan oleh tim dari Unsika selama proses pembekalan, sehingga dapat bermanfaat dan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi warga,” ujarnya. Dia berharap semoga tidak hanya berhenti di program ini saja, namun antara Unsika dan Desa Cintawargi, ada kerjasama untuk program-program berikutnya.(asl)

Leave A Comment